Minggu, 17 Maret 2013

Contoh Proposal Skripsi



SISTEM PENDETEKSI RETINA MATA MANUSIA
PADA CITRA DIGITAL

(PROPOSAL SKRIPSI)




                                       




Di ajukan oleh:

Berrian Prima          (10010139)

Tadius Yuda                        (10010100)


JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Dehasen
Bengkulu


KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun proposal skripsi dengan judul SISTEM PENDETEKSI RETINA MATA MANUSIA PADA CITRA DIGITAL.
Adapun penyusunan proposal skripsi ini dilakukan Sebagai Salah Satu Syarat Penyusunan Skripsi Program Studi Tehnik informatika (TI) Pada Program S1 di universitas dehasen Bengkulu dan selanjutnya proposal ini sebagai pertimbangan pihak terkait untuk dilanjutkan kebentuk skripsi.
Penulis menyadari akan kekurangan dalam penyusunan proposal skripsi ini, oleh karena itu bimbingan dan arahan dari berbagai pihak sangat peneliti harapkan demi hasil penelitian yang lebih baik.
Akhirnya penulis ucapkan terima kasih kepada dosen metode penelitian yang senantiasa memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis umumnya bagi pembaca.



Daftar isi
Kata pengantar  …………………………………………. 2
Daftar isi  ………………………………………………….  3
Bab 1 pendahuluan  ……………………………………. 4
Latar belakang  ………………………………………….. 4
Tujuan penelitian  ………………………………………. 5
Bab II.metodelogi  ……………………………………….  6
Daftar pustaka  …………………………………………..  7


IMPLEMENTASI SISTEM PENDETEKSI
RETINA MATA MANUSIA PADA CITRA DIGITAL

Bab.1 Pendahuluan

1. LATAR BELAKANG

Dewasa ini teknologi pengenalan retina mata semakin banyak diaplikasikan, antara lain untuk sistem pengenalan biometrik (yang dapat juga dikombinasikan dengan fitur biometrik yang lain seperti sidik jari dan suara), sistem pencarian dan pengindeksan pada database citra digital dan database video digital, sistem keamanan kontrol akses area terbatas, konferensi video, dan interaksi manusia dengan komputer.
Dalam bidang penelitian pemrosesan retina mata (retina of the eye processing), pendeteksian retina mata manusia (retina of the eye detection) adalah salah satu tahap awal yang sangat penting di dalam proses pengenalan retina (retina recognition). Sistem pengenalan retina digunakan untuk membandingkan satu citra retina masukan dengan suatu database retina dan menghasilkan retina yang paling cocok dengan citra tersebut jika ada. Sedangkan autentikasi retina (retina authentication) digunakan untuk menguji keaslian/kesamaan suatu retina dengan data retina yang telah diinputkan sebelumnya. Bidang penelitian yang juga berkaitan dengan pemrosesan retina adalah lokalisasi retina (retina localization) yaitu pendeteksian retina namun dengan asumsi hanya ada satu wajah di dalam citra, penjejakan retina (retina tracking) untuk memperkirakan lokasi suatu retina dalam video secara real time, dan pengenalan retina untuk mengenali kondisi emosi manusia (Yang, 2002).
Pada kasus tertentu seperti pemotretan untuk pembuatan e-KTP citra yang didapatkan umumnya hanya berisi satu retina mata sehingga deteksi retina mata dapat dilakukan dengan lebih mudah. Namun pada kasus lain sering didapatkan citra yang berisi lebih dari satu retina mata, memiliki penyakit mata (katarak),dan ukuran retina mata yang bervariasi di dalam citra. Contohnya adalah citra yang diperoleh di bandara, terminal, pintu masuk gedung, dan pusat perbelanjaan. Selain itu juga pada citra yang didapatkan dari foto di media massa atau hasil rekaman video. Pada kasus tersebut pada umumnya mata yang ada di dalam citra memiliki bentuk latar belakang yang sangat bervariasi.
Penelitian ini akan difokuskan pada masalah pendeteksian retina. Dengan sistem pendeteksi retina yang akurat, maka proses selanjutnya yaitu pengenalan retina dapat dilakukan dengan lebih mudah.









2.  TUJUAN PENELITIAN

Penelitian bertujuan untuk membuat suatu desain dan implementasi sistem deteksi retina mata dengan masukan berupa citra digital sembarang. Sistem ini akan menghasilkan subcitra yang berisi retina-retina mata yang berhasil dideteksi.

3. PERUMUSAN MASALAH

Masalah deteksi retina dapat dirumuskan sebagai berikut: dengan masukan berupa sebuah citra digital sembarang, sistem akan mendeteksi apakah ada retina mata manusia di dalam citra tersebut, dan jika ada maka sistem akan memberitahu berapa retina mata yang ditemukan dan di mana saja lokasi retina mata tersebut di dalam citra. Keluaran dari sistem adalah posisi dari subcitra yang berisi retina mata yang berhasil dideteksi.

4. BATASAN MASALAH

Pada sistem deteksi retina mata ini diberikan pembatasan masalah sebagai berikut:

·         Retina mata yang akan dideteksi adalah retina mata yang menghadap ke depan (frontal), dalam posisi tidak berkedip, dan tidak terhalangi sebagian oleh objek lain.
·         Metode yang dipakai adalah jaringan syaraf tiruan multi-layer perceptron dengan algoritma pelatihan back-propagation.


5. MANFAAT PENELITIAN

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai langkah awal untuk membangun sistem pemrosesan retina mata yang menyeluruh, yang bisa diaplikasikan pada sistem pengenalan retina mata atau verifikasi retina mata. Program aplikasi yang dibuat juga dapat dijadikan bahan untuk penelitian lebih lanjut di bidang yang berkaitan.
Dengan penyesuaian tertentu, metode yang digunakan mungkin dapat juga dimanfaatkan untuk sistem deteksi objek secara umum yang tidak hanya terbatas pada retina mata, misalnya deteksi kendaraan, pejalan kaki, bahan produksi, dan sebagainya.
Dari hasil penelitian ini juga diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap jaringan syaraf tiruan, dan pengaruh berbagai parameter yang digunakan terhadap unjuk kerja pengklasifikasi jaringan syaraf tiruan.



Bab.II Metodologi

1. METODE PENELITIAN

Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri dari langkah-langkah berikut:
·         Melakukan studi kepustakaan terhadap berbagai referensi yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Topik-topik yang akan dikaji antara lain meliputi: pengenalan pola, pengolahan citra digital, pendeteksian objek secara umum, pendeteksian retina mata, dan jaringan syaraf tiruan.
·         Menyiapkan training data set yang akan digunakan untuk proses pembelajaran dari sistem. Data retina mata yang digunakan akan melalui praproses berupa resizing menjadi 20x20 pixel, masking, dan histogram equalization.
·         Merancang sistem pendeteksi retina dengan jaringan syaraf tiruan, kemudian membuat program aplikasinya.
·         Melakukan pelatihan pada sistem dengan training data set yang telah disiapkan sebelumnya.
·         Melakukan pengujian unjuk kerja sistem. Unjuk kerja pada sistem pendeteksi retina mata diukur dengan menghitung detection rate dan false positif rate.

2.  JADWAL PENELITIAN


No.

Kegiatan

Bulan / tahun

Okt
03
Nop
03
Des
03
Jan
04
Feb
04
Mar
04
1
Studi Kepustakaan






2
Penulisan Proposal






3
Pengumpulan Data






4
Pembuatan Sistem/Program






5
Pengujian Sistem






6
Penulisan Laporan Akhir













8.  DAFTAR PUSTAKA
L. Fausett, 1994, Fundamentals of Neural Networks: Architectures, Algorithms, and Applications, Prentice-Hall Inc., USA.

R.C. Gonzalez, R.E. Woods, 1992, Digital Image Processing, Addison-Wesley Publishing Company, USA.

E. Hjelmas, B.K. Low, 2001, “Face Detection: A Survey”, Computer Vision and Image Understanding. 83, pp. 236-274.

H. Rowley, S. Baluja, T. Kanade, 1998, “Neural Network-Based Face Detection”, IEEE Trans. Pattern Analysis and Machine Intelligence, vol. 20, no. 1.

M.H. Yang, D. Kriegman, N. Ahuja, 2002, “Detecting Faces in Images: A Survey”, IEEE Trans. Pattern Analysis and Machine Intelligence, vol. 24, no. 1.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar